Contoh Gejala Geosfer Dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted on

Perubahan dan dinamika geografi sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, antara lain bisa dalam persebaran permukiman penduduk, persebaran pusat-pusat aktivitas penduduk(Pasar,Sekolah,dan Industri) dan peristiwa alam yang terjadi seperti banjir, gempa, letusan gunung api dan cuaca yang tidak menentu.

Di dalam geosfer peristiwa alam banyak yang berkaitan dengan pola kehidupan manusia secara langsung ataupun tidak langsung.

  • Gejala Atmosfer

Dinamika geografi yang terjadi di atas atmosfer antara lain bisa berupa perubahan musim, misalnya pada musim penghujan para petani mulai menggarap lahan, ataupun bisa juga dengan pengaruh suhu udara dan keadaan iklim terhadap jenis pakaian. misalnya ketika di daerah beriklim dingin kita menjumpai penduduk yang menggunakan pakaian yang tebal, sementara ditempat yang beriklim kering/panas kita menjumpai penduduk yang menggunakan pakaian tipis ataupun terbuka.

  • Gejala Hidrosfer

Dinamika geografi yang terjadi pada hidrosfer bisa berupa besar kecilnya air limpasan, air limpasan adalah air yang mengalir di permukaan tanah, selain dipengaruhi oleh besar dan lamanya hujan juga dipengaruhi oleh penggunaan lahan akibat aktivitas manusia. jika perbukitan yang dijadikan tempat resapan air, kemudian dijadikan pemukiman atau kegiatan pertanian yang tidak memperhatikan AMDAL ataupun pelestarian lingkungan, maka air limpasan semakin banyak.

selain itu besar kecilnya cadangan air tanah juga dapat menjadi contoh bagaimana gejala geografi yang terjadi pada hidrosfer. air tanah dipengaruhi oleh banyak sedikitnya peresapan air ke dalam tanah. hal ini dipengaruhi oleh jenis batuan dan jenis penutup lahan. cadangan air tanah juga akan dipengaruhi oleh cara manusia memanfaatkannya. jika manusia memanfaatkan air tanah secara boros, maka ketersediaan air akan cepat habis.

  • Gejala Litosfer

Dinamika geografi yang terjadi pada lapisan biosfer dapat berupa tingkat erosi yang tinggi karena daerah yang lembab dan miring seperti di daerah lereng pegunungan ataupun perbukitan, untuk mengurangi tingkat erosi tersebut dapat dilakukan dengan membuat sengkedan atau terasering.

Gejala litosfer yang lain juga bisa berupa bagaimana memanfaatkan lahan yang tidak produktif karena terjadi penurunan daya dukung lahan, untuk mengatasi hal tersebut maka harus diupayakan pemanfaatan lahan dengan memperhatikan kemampuan lahannya.

  • Gejala Biosfer

Keragaman fauna dan flora akan menyebabkan keragaman dari konsumsi bahan panganan. di daerah penghasil padi, mayoritas penduduk pasti akan mengkonsumsi nasi dari beras. di daerah penghasil gandum maka pasti mayoritas penduduk akan menggunakan terigu sebagai bahan untuk membuat makanannya. keberadaan hewan juga demikian. contohnya orang thailand dan india yang menggunakan gajah sebagai pembantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan, sedangkan di indonesia penduduk memanfaatkan sapi, kerbau, dan kuda.

  • Gejala Antroposfer

Manusia di permukaan bumi pasti memiliki beragam adat dan budayannya masing-masing. hal ini disebabkan oleh interaksi antara penduduk yang berbeda-beda. penduduk akan mempunyai keahlian yang berbeda-beda pula sehingga terjadi saling membutuhkan. penduduk juga menempati tempat yang berbeda-beda berdasarkan kondisi alam dan sumber dayanya. hal ini menyebabkan kehidupan pun juga menjadi beragam karena memanfaatkan alam yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *