Anorexia Nervosa dan Bulimia (Tanda Tanda & Pengobatan)

Diposting pada

Anorexia adalah suatu gangguan kejiwaan dimana seseorang (umumnya remaja putri atau wanita muda) enggan makan karena alasan yang tidak masuk akal, yaitu takut kegemukan.

Seorang anoretic yakin bahwa dirinya kegemukan dan berat badannya tak juga berkurang walau sebenarnya sudah dan bersikeras menyatakan tak apa-apa walau berat badannya sudah susut amat banyak.

Bulimia adalah jenis lain dari penyakit anoreksia, yaitu mereka yang berusaha menghindari kenaikan berat badan dengan selalu memaksa diri muntah setelah makan banyak.

Wanita yang melaksanakan suatu diet ketat di suatu masa umumnya hanya beberapa yang berkembang menjadi anoreksia nervosa yang bisa berakibat penyusutan berat badan yang ekstrim dan membahayakan gangguan hormonal bahkan menyebabkan kematian.

Tanda-Tanda dan Gejala.

Penyakit ini diawali dengan diet biasa namun penderita anorrktim terus-menerus mengurangi makannya. menurut pemikirannya tangan dan kakinya masih terlalu gemuk.

makan dan selera makannya semakin sedikit dan bahkan walau tubuhnya sudah seperti kerangka di tetap merasa tubuhnya masih gendut dan ia semakin takut gemuk. dia enggan membuka pakaian di depan orang lain untuk menyembunyikan penyusutan badannya guna menghindari paksaan keluarga untuk makan secara normal.

Dia menyisihkan makanan dan membuangnya atau mungkin dia membuat dirinya muntah setelah makan.

para anorektik sering minum obat pengurus dengan keyakinan keliru bahwa hal itu bisa menolong menurunkan berat badannya, sementara penurunan berat badan berlangsung para kebanyakan praktik berhenti haid, kulit menjadi layu, dan badan nampak kurus.

Tanpa perawatan banyak anoreksia menjadi sangat depresi dan dalam beberapa kasus bahkan bunuh diri.

Pertolongan pertama penderita Anorexia dan Bulimia

Berikan pemahaman pada penderita bahwa apa yang ia anggap itu salah. bawalah penderita ke dokter ataupun psikiater untuk meyakinkan beliau untuk tidak mengurangi porsi makannya.

Hal ini perlu dilakukan terus menerus untuk memotivasi penderita bahwa anggapan terhadap dirinya sendiri selama ini adalah keliru sehingga bisa terlepas dari jeratan anorexia dan bulimia.