Teori Upah Menurut Para Ahli

Pembentukan tenaga kerja dilatar belakangi oleh teori upah. berbagai teori upah yang berkembang hingga saat ini merupakan hasil pemikiran tokoh-tokoh ekonomi klasik. beberapa contoh teori upah dapat dijelaskan melalui beberapa penjelasan sebagai berikut.

  • Teori Upah Alami

Menurut Davic Ricardo, teori upah alami adalah besarnya upah buruh sama dengan biaya minimum buruh beserta keluarganya. oleh pakar ekonomi modern, upah alami dijadikan sebagai dasar dari batas minimum upah tenaga kerja (Zamroni: 2009).

Davic Ricardo berpendapat bahwa upah yang wajar itu adalah upah yang cukup untuk memenuhi kehidupan diri sendiri maupun keluarganya dan sesuai kemampuan perusahaan. jika upah yang diberikan oleh perusahaan terlalu tinggi, sesuai dengan prinsip ekonomi maka akan mempengaruhi harga barang dan jumlah penjualan. harga akan meningkat sejalan dengan biaya produksi yang tinggi. jika upah yang diberikan rendah, pekerja akan hidup miskin dan tak layak. untuk mengetahui berapa besarnya upah yang layak diterima oleh pekerja dan buruh maka mengikuti dengan hukum permintaan dan penawaran.

  • Teori Upah Besi

Teori upah besi oleh Ferdinand Lassalle adalah besarnya upah rata-rata buruh terbatas sama dengan biaya hidup minimum buruh (Zamroni: 2009). Teori ini merupakan kritik terhadap teori upah alami. penerapan dari teori upah alami cenderung menguntungkan si pengusaha dan posisi pekerja menjadi lemah. dengan posisi tawar yang rendah akhirnya pekerja dengan terpaksa harus menerima pemberlakuan upah besi.

Upah besi hanya cukup digunakan pekerja untuk memenuhi kebutuhan minimumnya sendiri sehingga sulit memperoleh kesejahteraan. Ferdinand Lassalle memberikan solusi atas menghadapi masalah upah besi tersebut yaitu dengan pembentukan serikat pekerja. pembentukan serikat pekerja ini diperlukan untuk memperkuat posisi pekerja sehingga perusahaan tidak akan semena-mena dalam memberikan upah.

  • Teori Upah Etika

Menurut teori ini, upah yang akan diberikan kepada pekerja harusnya sepadan dengan beban pekerjaan yang telah dilakukan pekerja dan mampu membiayai pekerja hingga hidup dengan layak. menurut kaum utopis tindakan para pengusaha dapat memberikan upah kepada tenaga kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan minimum, hal tersebut merupakan suatu tindakan yang tidak “etis”.

Oleh karena itu, pengusaha hendaknya memberikan upah yang layak kepada tenaga kerja sekaligus keluarganya dan memberikan berbagai fasilitas serta tunjangan

  • Teori Upah Dana

Menurut teori upah dana dari John Stuart Mill, buruh tidak perlu menentang seperti yang disarankan oleh teori undang-undang upah besi, karena upah yang diterimanya sebetulnya adalah berdasarkan dari besar kecilnya jumlah dana yang ada pada masyarakat. Jika dana ini jumlahnya besar maka akan besar pula upah yang diterima buruh, sebaliknya jikalau dana ini berkurang maka jumlah upah yang diterima buruh pun pasti akan berkurang pula.

Yang dipersoalkan sebetulnya bukanlah berapa besarnya upah yang diterima buruh, melainkan sampai seberapa jauhnya tersebut mampu mencukupi segala keperluan hidup buruh beserta keluarganya. Karenanya menurut teori ini dianjurkan, bahwa khusus untuk menunjang keperluan hidup buruh yang besar tanggungannya disediakan dana khusus oleh majikan atau negara yang disebut dana anak-anak

  • Teori Upah Nilai Lebih

Teori nilai lebih oleh Karl Marx berdiri di atas argumen, bahwa upah pekerja ditentukan berdasarkan berapa Jam mereka bekerja per hari. Misal, mereka bekerja selama kurang lebih 8 Jam dalam sehari, dan mengeluarkan energi sebesar tiga piring makanan empat sehat lima sempurna.

Bila mereka mendapat upah perhari tidak cukup untuk membeli tiga piring makanan empat sehat lima sempurna pula, maka mereka rugi. itu berarti mereka ditipu dan diperbudak. bila upahnya cukup untuk membeli tiga piring, mereka tetap rugi. sebab waktu mereka habis percuma. bila upahnya lebih dari cukup, maka barulah mereka dikatakan untung secara materiil.

Incoming search terms: