Pengertian Roman Dalam Karya Sastra

Istilah roman pada awalnya dipakai sebagai suatu bentuk prosa yang lazim dipakai di Indonesia. Sejak jaman dahulu istilah tersebut dipakai orang-orang sebagai terjemahan dari bahasa indonesia untuk istilah asing “Novel”. Kemudian seiring berkembangnya jaman penggunaan istilah Roman pada karya sastra mulai tersisih.

Tetapi para sastrawan mempopulerkannya kembali dan menempatkan kata Roman sebagai suatu bentuk prosa yang khusus dan berbeda dengan Novel.

Konon pada sebuah Roman lebih banyak unsur-unsur tokoh yang dimasukkan daripada Novel. Sebuah roman memungkinkan pengarang untuk memasukkan tokoh sebanyak mungkin.

Hal itu membuat sebuah prosa menjadi lebih kompleks dan bercabang. Pengarang biasanya akan menceritakan sebuah roman dengan banyak sudut pandang dari karakter-karakter yang berbeda. Atau menceritakan banyak tokoh yang akhirnya akan bertemu dalam suatu Plot yang ditentukan. Hal itulah yang membuat roman menjadi terlihat lebih longgar dibandingkan Novel.

Tebal tipisnya buku tidak menjadi dasar untuk menentukan apakah buku itu termasuk kedalam roman atau novel. Beda dengan roman,  sebuah novel biasannya hanya mengandung dua-tiga tokoh penting yang berperan dalam cerita termasuk dengan tokoh utama. Jalan cerita pun biasanya sederhana dan lebih mudah dicerna dengan penalaran kita.