Ekonomi Islam (Pengertian, Tujuan, Sifat dan Perbedaanya) 

Posted on
  • Pengertian Ekonomi Islam

Ekonomi Islam/Ekonomi Syariah adalah ilmu yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang berdasarkan oleh nilai-nilai dalam ajaran Islam. Ekonomi Syariah memiliki bentuk yang berbeda dari Ekonomi Kapitalisme, Sosialisme,  maupun Negara Kesejahteraan(Welfare State).

Ekonomi Syariah berbeda dengan Ekonomi Kapitalisme karena dalam Islam menentang eksploitasi secara penuh oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang pengikutnya untuk melakukan penumpukkan kekayaan pribadi. Selain itu, ekonomi dalam pandangan Islam merupakan tuntutan juga sekaligus anjuran yang memiliki nilai ibadah yang teraplikasikan dalam kehidupan kaum muslimin sehari hari.

  • Tujuan Ekonomi Islam

Ekonomi Islam/Syariah memiliki tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehiduhupan di dunia. Nilai islam bukan semata-mata hanya untuk kehidupan muslimin saja, tetapi seluruh makhluk hidup di muka bumi. Esensi dari proses perekonomian Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai islam guna mencapai pada tujuan Agama(falah).

Ekonomi Islam/Syariah menjadi rahmat bagi seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi sosial, budaya, dan politik dari suatu bangsa. Ekonomi Islam/Syariah mampu menangkap nilai dari fenomena di masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum dan teori ekonomi Islam.

  • Ciri Khas Ekonomi Islam/Syariah

Tidak banyak prinsip ekonomi yang dikemukakkan dalam Al-Qur’an, dan hanya prinsip yang mendasar saja. Dalam Al-Qur’an dan Sunnah ada yang membahas tentang bagaimana kaum muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal.  Tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi. Sebagaimana sudah dibahas tadi, ekonomi dalam Islam harus harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

  • Sifat-sifat Dalam Ekonomi Islam.

  1. Kesatuan(Unity)
  2. Tanggung Jawab(Responsibility)
  3. Keseimbangan(Equilibrium)
  4. Kebebasan(Free Will)
  • Perbedaan Dengan Ekonomi Konvensional

Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai karena ulah sistem ekonomi konvensional yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen profitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah yang memiliki instrumen profit yaitu sistem bagi hasil.

Ekonomi syariah bukan pula berada di tengah-tengah ketiga sistem ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis.  Ekonomi syariah sangat bertolak belakang dengan sistem kapitalis yang bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggung jawab kepada masyarakat serta komunis yang ekstrim. Ekonomi islam memberikan bentuk perdagangan serta perekonomian yang boleh dan tidak boleh ditransaksikan. Ekonomi dalam Islam harus bisa memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa keadilan, kebersamaan, dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *